-
Berkat rahmat dan hidayah Allah Swt, sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan buku yang berjudul Memaknai Hari-Hari Besar Islam Paradigma Islam Rahmatan Lil ‘Alamin. Buku ini disusun karena pentingnya kita memaknai hari-hari besar dalam Islam yang memiliki banyak makna dan perspektif berbasis islam yang rahmatan lil alamin. Buku ini terdiri dari 6 (enam) bagian, memuat bagian (1) Islam, Pendidikan Islam dan Nilai-nilai Humanisme Universal, bagian (2) Formulasi Pendidikan Islam: Antara Realitas dan Idealisme, bagian (3) Beberapa Persoalan Umat dan Respon Islam, bagian (4) Memaknai Hari-hari Besar Islam (Tahun Baru Hijriah, Rajab, Isra Mi’raj, Maulid Nabi Muhammad), bagian (5) Memaknai Hari-hari Besar Islam (Bulan Ramadan), bagian (6) Memaknai Hari-hari Besar Islam (Idul Fitri dan Idul Adha). Dengan terbitnya buku ini, semoga dapat menambah wacana-wacana keagamaan, serta pengembangan khazanah keislaman dan keberagaman dan keberagamaan di Indonesia khususnya, dan dunia pada umumnya. Di samping itu, penulis berharap buku ini dapat dijadikan sebagai bacaan dan teman berdialektika dengan reflektif dan dinamis. -
Penulisan buku ini didorong oleh masih terbatasnya kajian dan tulisan mengenai mediasi peradilan di Indonesia dan makin berkembangnya bidang ini sebagai salah satu bentuk dan cara penyelesaian sengketa alternatif. Selain itu, dilihat dari segi usia, mediasi peradilan di Indonesia sudah berumur lebih dari dua dekade dihitung dari keluarnya Perma Nomor 2 Tahun 2003 tentang Prosedur Mediasi di Pengadilan sampai terbitnya Perma Nomor 1 Tahun 2016 sebagai penyempurnaan dari Perma Nomor 1 tahun 2008 tentang Prosedur Mediasi di Pengadilan. Selain itu, profesi mediator (di luar mediator hakim) telah mulai berkembang yang tentu saja juga turut mempengaruhi perkembangan mediasi peradilan di Indonesia. Semoga buku ini bermanfaat bagi upaya memajukan mediasi judisial di Indonesia dalam rangka penyelesaian sengketa-sengketa perdata secara damai dengan win-win solution tanpa harus ada yang merasa terkalahkan dan terzalimi sehingga pada akhirnya masyarakat Indonesia dapat hidup dengan damai. Selain itu, semoga dengan buku ini, para pemangku kepentingan mediasi judisial semakin semangat untuk mengembangkan, membesarkan dan melaksanakannya sehingga keberhasilan mediasi meningkat secara signifikan dan pada akhirnya problem menumpuknya perkara perdata di pengadilan pada semua tingkatan khususnya di Mahkamah Agung dapat dikurangi secara signifikan pula. -
Ujaran kebencian adalah tindakan komunikasi yang dilakukan oleh individu atau kelompok yang berupa hinaan, provokasi, body shaming, dan hasutan yang ditujukan kepada sekelompok orang atau individu. Hasil survei terbaru yang dilakukan oleh Digital Civility Index 2020, netizen Indonesia paling tidak sopan di Asia Tenggara. Kesopanan netizen Indonesia bahkan jadi salah satu yang terburuk dari 32 negara dalam survei tersebut. Kesopanan netizen Indonesia juga menempati posisi 29 dari 32 negara yang disurvei Microsoft (Kumparan.com, 2021). Ujaran kebencian yang disampaikan seseorang tersebut didasari atas prasangka buruk terhadap suatu identitas orang maupun kelompok. Media sosial memang bertujuan untuk mengekspresikan diri dan gagasan, tetapi dalam penggunaannya dibutuhkan tanggung jawab dan kebijaksanaan dari para penggunanya. Maraknya fake account di media sosial merupakan kesengajaan yang dibuat untuk mengemukakan gagasan seseorang atau kelompok secara anonim. -
Tujuan dari penyusunan buku ini adalah memberikan bekal kepada mahasiswa tentang media pembelajaran bagi jenjang pendidikan dasar MI/SD. Kemampuan merancang Media Pembelajaran merupakan komponen penting yang harus dimiliki seorang calon pendidik MI/SD. Pemahaman guru yang benar terhadap media pembelajaran akan menuntun pendidik membuat design pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik anak. Pembelajaran berbasis media pembelajaran akan menghasilkan pembelajaran yang maksimal. Dasar pikir inilah yang menjadikan pengetahuan tentang Media Pembelajaran MI/SD merupakan salah satu komponen dari kompetensi pedagogik seorang guru. Mengingat hal di atas maka mata kuliah Media Pembelajaran MI/SD menjadi salah satu mata kuliah yang diberikan kepada mahasiswa yang mengambil program pendidikan guru PGMI. Buku ini ditulis sebagai bahan bacaan awal bagi mahasiswa yang ingin mempelajari dan mendesain Media Pembelajaran di MI/SD. Setelah membaca buku ini pembaca diharapkan memiliki pengetahuan dan mendesain Media Pembelajaran di MI/SD. -
Perkembangan teknologi telah membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan, termasuk dalam cara pembelajaran kimia disampaikan kepada siswa. Buku "Media Pembelajaran Kimia Berbasis Virtual Lab" ini hadir sebagai jawaban atas kebutuhan akan media pembelajaran yang inovatif dan relevan dengan era digital. Dengan memanfaatkan teknologi laboratorium virtual, buku ini memberikan solusi untuk mengatasi keterbatasan fasilitas laboratorium konvensional, terutama di sekolah-sekolah yang memiliki sumber daya terbatas. Keunggulan dari media pembelajaran berbasis virtual lab ini tidak hanya terletak pada efisiensi biaya dan fleksibilitas waktu, tetapi juga pada peningkatan daya tarik pembelajaran kimia bagi siswa. Buku ini dirancang dengan pendekatan interaktif yang memungkinkan siswa mengeksplorasi konsep-konsep kimia melalui simulasi, eksperimen virtual, dan visualisasi fenomena yang sulit dicapai di laboratorium nyata. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi kimia sekaligus mendorong minat mereka dalam bidang sains. Sebagai bagian dari komitmen kami untuk mendukung inovasi pendidikan, kami sangat bangga dapat menerbitkan buku ini. Buku ini diharapkan menjadi panduan praktis bagi para pendidik untuk mengintegrasikan teknologi ke dalam proses pembelajaran, sekaligus menjadi inspirasi bagi siswa untuk belajar secara mandiri. Penulis telah menyusun materi ini dengan hati-hati, mengombinasikan teori yang kuat dengan aplikasi yang mudah diterapkan. -
Buku ini hadir sebagai rujukan media pembelajaran kimia. Buku ini didesain dengan berbagai teori atau konsep terkini dan selaras dengan paradigma pembelajaran abad 21. Bagian pertama buku ini menjelaskan perkembangan media pembelajaran dari masa ke masa. Bagian kedua menjelaskan konsep dasar media pembelajaran yang meliputi: pengertian, ciri, fungsi, manfaat dan penggunaan media pembelajaran. Bagian ketiga memaparkan landasan teoritis penggunaan pembelajaran meliputi: landasan filosofis, psikologis, empiris dan teknologis. Bagian keempat memaparkan pemilihan media pembelajaran meliputi: kriteria pemilihan, faktor pemilihan, dan langkah-langkah pemilihan media pembelajaran. Bagian kelima menjelaskan klasifikasi media pembelajaran meliputi: media audio, visual, audio visual, cetak, grafis, benda/model dan multimedia. Bagian keenam menjelaskan contoh-contoh media pembelajaran dalam bidang kimia. Contoh-contoh ini dapat menjadi referensi dalam pengembangan dan penerapan media pembelajaran kimia. -
Android merupakan sebuah sistem operasi yang banyak digunakan karena terdapat fitur-fitur yang mudah dipahami oleh pengguna. Selain itu, android sendiri ialah sebuah sistem operasi yang digunakan untuk perangkat mobile berbasis linux yang meliputi sistem operasi, middleware, dan juga aplikasi. Oleh karena itu, di sinilah peran penting sekolah untuk meningkatkan kualitas generasi penerus bangsa yang kompeten, adaptif, inovatif, dan kreatif salah satunya dengan menggunakan media pembelajaran yang baru sesuai dengan perkembangan zaman. Karena tuntutan pembelajaran di era sekarang adalah berpacu pada pemanfaatan teknologi. Hal tersebut tidak dapat terwujud apabila tidak ada kerjasama yang baik dari para guru, maka dari itu untuk mencapai kualitas pembelajaran yang baik dibutuhkan guru yang cakap akan teknologi. -
Buku ini mulai disusun dari tahun 2004 dan disempurnakan sesuai perkembangan yang ada. Materi disusun rinci dengan tujuan dapat digunakan sebagai buku referensi perkuliahan. Materi buku ini sebagian besar disusun mengikuti buku teks yang digunakan, yaitu Calculus: Verberg, Purcell, and Rigdon; 9th edition. Berbeda dengan buku-buku matematika dasar lainnya, dalam menyusun buku ini, penulis menerbitkan buku yang menyertakan pendekatan melalui animasi, sehingga pembaca diberikan gambaran memahami secara geometri. Akan tetapi, animasi hanya dapat dilihat dan diikuti melalui versi e-book karena memerlukan koneksi movies, sedangkan versi cetak dibuat dari file pdf. Selain itu, pada buku ini disertakan contoh-contoh terkait teori yang adat dan beberapa soal latihan pada tiap babnya. -
Era digital tidak hanya membawa kemudahan akses informasi, tetapi juga tantangan integritas, motivasi, dan kemandirian belajar. Penggunaan AI yang masif menuntut mahasiswa tidak hanya cerdas secara teknologis, tetapi juga memiliki kesiapan mental dan spiritual untuk menghadapi perubahan. Dalam konteks ini, mahasiswa santri—yang hidup dalam dua dunia: pesantren dan perguruan tinggi—menjadi subjek yang menarik untuk dikaji lebih dalam. Buku ini berangkat dari kegelisahan akademik mengenai bagaimana faktor internal seperti Personal Growth Initiative (PGI) dan spiritualitas dapat berperan dalam mendorong performa akademik mahasiswa, meskipun berada dalam lingkungan yang sarat dengan distraksi digital. Penulis meyakini bahwa kesuksesan akademik tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan intelektual semata, tetapi juga oleh kesiapan psikologis dan kedalaman spiritual. Melalui pendekatan penelitian kuantitatif yang melibatkan 173 mahasiswa dari Perguruan Tinggi Keagamaan Islam, buku ini mengungkap hubungan yang signifikan antara PGI dan spiritualitas dengan berbagai aspek performa akademik—baik dalam bentuk partisipasi di kelas, keterampilan belajar mandiri, maupun capaian IPK. Temuan ini diperkuat dengan analisis statistik yang komprehensif serta didukung oleh wawancara mendalam dengan sejumlah mahasiswa. Yang menarik, spiritualitas tidak hanya berperan sebagai variabel independen, tetapi juga sebagai moderator yang memperkuat pengaruh PGI terhadap performa akademik. Hal ini menunjukkan bahwa dalam konteks mahasiswa santri, nilai-nilai spiritual bukan sekadar pengiring, melainkan penguat yang membuat inisiatif perkembangan diri menjadi lebih terarah dan bermakna. -
Dalam era di mana perawatan kecantikan semakin menjadi fokus perhatian, penemuan dan pemanfaatan sumber daya alam menjadi semakin penting. Salah satu rahasia kecantikan alam yang telah dikenal selama berabad-abad adalah tanaman Kesumba Keling. Buku ini menggali potensi luar biasa dari tanaman Kesumba Keling sebagai bahan alami dalam produk perawatan kulit anti-aging yang ampuh. Kami mengajak Anda untuk menjelajahi dunia kecantikan alami dengan pengetahuan dan resep-resep praktis yang akan Anda temukan dalam halaman-halaman berikutnya. Kesumba Keling, atau Bixa orellana, telah menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah berbagai budaya di seluruh dunia. Dikenal dengan berbagai nama seperti biji achiote, atsuete, atau urucum, tanaman ini telah digunakan untuk berbagai tujuan, termasuk sebagai bahan pewarna makanan, rempah-rempah, dan, yang paling menarik, dalam perawatan kecantikan tradisional. Buku ini akan membawa Anda lebih dekat dengan misteri dan manfaat Kesumba Keling dalam perawatan kulit anti-aging modern. -
Penulis berharap buku ini dapat bermanfaat dalam menambah ilmu dan wawasan terhadap ilmu pengetahuan dalam hal ini kaitannya dengan Zoologi Vertebrata. Sesuai dengan judul di atas, buku ini mengkaji hewan vertebrata (bertulang belakang). Rincian pembahasan pada buku ini meliputi klasifikasi, ciri, perilaku makan, perilaku sosial, perilaku reproduksi dan status perlindungan. Setiap kelas hewan dilengkapi dengan kunci determinasi dan integrasi Islam. Buku ini dipersiapkan terutama untuk siswa SMA atau MA sederajat untuk memperdalam wawasan dan keilmuan tentang klasifikasi hewan vertebrata. Selain untuk siswa SMA, buku ini dapat juga digunakan untuk pembaca pada umumnya. -
Ranah seni dan arsitektur sebagai produk kebudayaan terus berkembang sesuai dengan kemajuan pengetahuan serta penemuan baru dalam bidangnya. Fenomena serta wacana seni dan arsitektur saat ini yang kian melebur memerlukan metode atau cara baru dalam pembacaannya. Pada kondisi ini kritik seni dan arsitektur menjadi perlu untuk dikembangkan. Obyek kritik seni dan arsitektur pada umumnya bertumpu pada aspek kekaryaan. Anggapan ini tentu saja sudah tidak relevan lagi dengan perkembangan seni rupa dan arsitektur saat ini. Dimensi seni dan arsitektur yang secara kontekstual bersinggungan dengan aspek keilmuan lain seperti sosiologi, antropologi dan psikologi perlu dibaca secara komprehensif tanpa menghilangkan identitas keilmuan seni dan arsitektur itu sendiri. Keilmuan seni dan arsitektur sebagai bagian dari budaya visual, unsur serta prinsip seni dan arsitekturnya pun perlu diperhatikan.