• Buku ini lahir dari kegelisahan sekaligus kepedulian terhadap realitas kehidupan masyarakat nelayan tradisional yang hingga kini masih menghadapi berbagai tantangan sosial dan ekonomi. Dalam pengamatan penulis, kajian tentang dakwah yang secara khusus menyentuh aspek sosial dan ekonomi nelayan masih tergolong terbatas. Padahal, dakwah tidak hanya berkaitan dengan penyampaian pesan keagamaan, tetapi juga memiliki peran strategis dalam mendorong perubahan sosial, penguatan kemandirian ekonomi, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat.

    Melalui buku ini, penulis berupaya menghadirkan perspektif dakwah yang lebih membumi, kontekstual, dan relevan dengan realitas masyarakat pesisir. Harapannya, buku ini dapat menjadi bahan bacaan yang bermanfaat bagi mahasiswa, pegiat dakwah, pemerhati sosial, maupun pihak-pihak yang memiliki kepedulian terhadap pemberdayaan masyarakat nelayan. Lebih dari itu, buku ini diharapkan mampu memberikan inspirasi bahwa dakwah dapat menjadi instrumen transformasi sosial yang nyata dan berkelanjutan.

  • Era digital tidak hanya membawa kemudahan akses informasi, tetapi juga tantangan integritas, motivasi, dan kemandirian belajar. Penggunaan AI yang masif menuntut mahasiswa tidak hanya cerdas secara teknologis, tetapi juga memiliki kesiapan mental dan spiritual untuk menghadapi perubahan. Dalam konteks ini, mahasiswa santri—yang hidup dalam dua dunia: pesantren dan perguruan tinggi—menjadi subjek yang menarik untuk dikaji lebih dalam. Buku ini berangkat dari kegelisahan akademik mengenai bagaimana faktor internal seperti Personal Growth Initiative (PGI) dan spiritualitas dapat berperan dalam mendorong performa akademik mahasiswa, meskipun berada dalam lingkungan yang sarat dengan distraksi digital. Penulis meyakini bahwa kesuksesan akademik tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan intelektual semata, tetapi juga oleh kesiapan psikologis dan kedalaman spiritual. Melalui pendekatan penelitian kuantitatif yang melibatkan 173 mahasiswa dari Perguruan Tinggi Keagamaan Islam, buku ini mengungkap hubungan yang signifikan antara PGI dan spiritualitas dengan berbagai aspek performa akademik—baik dalam bentuk partisipasi di kelas, keterampilan belajar mandiri, maupun capaian IPK. Temuan ini diperkuat dengan analisis statistik yang komprehensif serta didukung oleh wawancara mendalam dengan sejumlah mahasiswa. Yang menarik, spiritualitas tidak hanya berperan sebagai variabel independen, tetapi juga sebagai moderator yang memperkuat pengaruh PGI terhadap performa akademik. Hal ini menunjukkan bahwa dalam konteks mahasiswa santri, nilai-nilai spiritual bukan sekadar pengiring, melainkan penguat yang membuat inisiatif perkembangan diri menjadi lebih terarah dan bermakna.
  • Kehamilan, terutama pada trimester ketiga adalah perjalanan yang penuh keajaiban sekaligus tantangan. Perubahan fisik yang signifikan dan emosi yang bergelombang seringkali membuat calon ibu merasa cemas dan tidak nyaman. Dan, sebagai seorang ibu yang pernah merasakan sendiri perjuangan selama kehamilan, saya memahami betul betapa pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental. Banyak hasil studi telah menunjukkan bahwa teknik relaksasi pernafasan dan olah tubuh memiliki dampak positif yang signifikan terhadap kesehatan fisik dan mental ibu hamil. Buku ini menyajikan rekomendasi dan praktik-praktik terbaik dalam bidang ini. Menguraikan secara rinci mekanisme kerja dari sebuah teknik relaksasi yang telah diteliti dan diterapkan secara langsung kepada ibu hamil sehingga diperoleh manfaatnya bagi ibu hamil dan janin. Melalui rangkaian latihan yang mudah diikuti, para ibu hamil dapat belajar secara mandiri dalam mengelola stres, mengurangi nyeri, serta meningkatkan kualitas tidur. Dengan demikian, para ibu dapat menjalani kehamilan dengan lebih tenang dan penuh energi, serta siap menghadapi proses persalinan dengan percaya diri. Selain itu, buku ini juga dilengkapi dengan panduan bagi rumah bersalin agar dapat dijadikan sebagai petunjuk praktis relaksasi pernafasan dan olah tubuh (yoga) bagi pasien ibu hamil.
  • Buku Pembacaan Teori Sistem Jasser Auda dalam Ayat Hukum ini membahas bagaimana teori sistem yang dirumuskan oleh Jasser Auda dan dilanjutkan dengan aplikasinya teori tersebut dalam ayat hukum yang berkenaan dengan wanita dan masjid. Buku ini memuat memuat beberapa pokok bahasan. Pertama, sistem adalah sekumpulan unsur yang saling berkaitan membentuk satu kesatuan dan saling terintegrasi untuk menjalankan berbagai fungsi. Dengan definisi ini, Auda berusaha mengintegrasikan berbagai pengetahuan yang relevan dengan disiplin umum kajian Islam, filsafat, dan sistem sebagai pendekatannya. Ada enam fitur sistem yang dioptimalkan Jasser Auda, yang meliputi cognitions (watak kognisi), holism or wholeness (keseluruhan), multidimensionality, openness (keterbukaan), dan purposefulness of systems, dapat dijadikan pisau analisa. Kedua, unsur cognitive dalam memahami ayat hukum yang berkaitan dengan wanita dan masjid, dalam pandangan Auda banyak puluhan ayat di dalam al-Qur’an yang berhubungan dengan masjid yang isinya memotivasi umat Islam baik laki-laki maupun wanita agar sering ke masjid untuk mendapatkan petunjuk keagamaan, nur/cahaya Ilahi dan pengetahuan. Unsur kemenyeluruhan (wholeness/ Al-Kulliyyah) Audah dalam menetapkan ketentuan hukum tentang wanita dan masjid ini dengan menggali semua ayat yang berkaitan dengan masjid dan diikuti penjelasan dari Hadis-Hadisnya Rasulullah. Ketiga, unsur keterbukaan (Opennes/al-Infitahiyyah. dilakukan oleh Audah dengan menampilkan berbagai pendapat tentang boleh atau larangan mengunjungi masjid dengan argumentasi masing-masing.
  • Naskah ini disusun sebagai respons terhadap tantangan yang dihadapi Indonesia dalam mengelola dan membangun wilayah perbatasan negara yang merupakan area kritis dari kedaulatan dan integritas nasional. Buku ini adalah hasil dari kajian mendalam dan diskusi berkelanjutan mengenai dinamika geopolitik yang mempengaruhi Indonesia serta tantangan dan peluang dalam pengelolaan batas wilayah dan kawasan perbatasan. Indonesia, sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, memiliki kompleksitas geografis dan geopolitik yang unik. Posisi strategisnya di jalur perdagangan dan lalu lintas maritim global menjadikan pengelolaan batas wilayah dan kawasan perbatasan tidak hanya penting bagi integritas teritorial, tapi juga bagi stabilitas regional dan keamanan nasional. Melalui buku ini, kami berusaha menyajikan analisis mendalam tentang kebijakan-kebijakan dan strategi yang telah dan sedang diterapkan oleh Indonesia dalam menghadapi berbagai isu terkait batas wilayah dan kawasan perbatasan.
  • Fenomena yang ada di masyarakat melalui tindakan kriminalisasi agama memang sangat mengkhawatirkan. Salah satu tindakan kritis yang harus dicegah adalah fenomena Islam garis keras di masyarakat, yang memberikan warna Islam yang rahmatan lil’alamin menjadi suatu hal yang dilihat melalui indeks kekerasan dan pemaksaan di masyarakat. Perbedaan keragaman corak pemikiran dalam memahami Islam ketika tidak disikapi dengan kedewasaan dalam beragama serta “ruang dialog agama” yang baik akan menimbulkan masalah yang berkepanjangan. Dalam arus globalisasi memungkinkan perbedaan tersebut menjadi “ruang terbuka” karena tidak adanya sekat sehingga semua informasi masuk dalam kehidupan masyarakat. Masuknya ide-ide dan gagasan islam radikal sangat membahayakan semangat nasionalisme di Indonesia.
  • Pajak merupakan kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang sifatnya memaksa berdasarkan UU, dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Pada beberapa tahun ini, penerimaan negara yang berasal dari sektor pajak sudah cukup stabil. Dimana pajak memiliki kontribusi cukup tinggi dalam APBN (Anggaran Pendapatan Belanja Negara). Berbagai kebijakan dalam bentuk ekstensifikasi dan intensifikasi telah dibuat oleh pemerintah untuk dapat mencapai target dari sisi penerimaan pajak. Kebijakan ini dapat berpengaruh kepada masyarakat, pelaku usaha, dan pihak-pihak yang berkaitan dengan pajak. Selain itu, pemerintah juga memberikan kewenangan penuh kepada masyarakat sebagai Wajib Pajak dengan sistem pemungutan self assissment system. Self assissment system mengharuskan wajib pajak untuk proaktif dalam 3M yaitu Menghitung, Menyetor, dan Melapor pajaknya sendiri. Hal tersebut menuntut semua pihak termasuk pemungut atau pemotong pajak mampu memahami dan mengaplikasikan setiap peraturan perpajakan yang sedang berlaku. Buku ini diharapkan dapat memberikan kompetensi kepada pembaca agar mampu memahami, menganalisa, dan mengaplikasikan layanan digital pajak dengan mudah. Kami selaku penyusun menyadari banyak kekurangan dan kelemahan dalam proses penyusunan buku ini. Untuk itu penyusun akan menyambut gembira setiap tanggapan, kritik, saran dan sumbangan pemikiran dari pembaca buku ini. Semoga buku ini dapat bermanfaat bagi para pembaca.
  • Buku ini dibuat sebagai upaya meningkatkan literasi dalam bidang tasawuf dan psikoterapi, khususnya dalam pengembangan alat ukur kebahagiaan sufistik. Buku ini terdiri dari enam bagian. Bagian awal penulis menjelaskan secara umum terkait konsep kebahagiaan meliputi pengertian kebahagiaan, konsep kebahagiaan dalam perspektif psikologi dan konsep kebahagiaan sufistik. Kemudian dilanjutkan dengan penjelasan konstruksi alat ukur beserta aplikasinya dalam membuat konstruksi alat ukur kebahagiaan sufistik. Konsep kebahagiaan sufistik di buku ini, diturunkan dari definisi sa’adah dalam terjemahan kitab kimiyatus sa’adah oleh K.H Hasan Bisri. Selain itu, penentuan konsep teoritik kebahagiaan juga dengan diskusi kepada ahli tasawuf di prodi TP, maupun beberapa kajian yang membahas kitab kimiyatus sa’adah yang tesedia secara online. Selain itu, tinjauan teoritis diperoleh dari beberapa sumber jurnal dan buku yang relevan dengan konsep kebahagiaan Al-Ghazali Selanjutnya, dari instrumen atau alat ukur yang terbentuk, dilakukan uji validitas dan uji reliabilitas. Dalam buku ini juga dijelaskan bagaimana melakukan uji validitas dan uji reliabilitas menggunakan software SPSS. Pada bagian akhir, penulis memberikan contoh aplikasi uji validitas dan uji reliabilitas pada konstruksi alat ukur kebahagiaan sufistik menggunakan pendekatan Confirmatory Factor Analysis (CFA). CFA merupakan salah satu jenis dari metode analisis faktor yang digunakan untuk melakukan konfirmasi terhadap indikator yang dibuat apakah dapat mewakili sebuah konstruk. Penggunaan CFA pada buku ini menggunakan softwre SmartPLS.
  • Ranah seni dan arsitektur sebagai produk kebudayaan terus berkembang sesuai dengan kemajuan pengetahuan serta penemuan baru dalam bidangnya. Fenomena serta wacana seni dan arsitektur saat ini yang kian melebur memerlukan metode atau cara baru dalam pembacaannya. Pada kondisi ini kritik seni dan arsitektur menjadi perlu untuk dikembangkan. Obyek kritik seni dan arsitektur pada umumnya bertumpu pada aspek kekaryaan. Anggapan ini tentu saja sudah tidak relevan lagi dengan perkembangan seni rupa dan arsitektur saat ini. Dimensi seni dan arsitektur yang secara kontekstual bersinggungan dengan aspek keilmuan lain seperti sosiologi, antropologi dan psikologi perlu dibaca secara komprehensif tanpa menghilangkan identitas keilmuan seni dan arsitektur itu sendiri. Keilmuan seni dan arsitektur sebagai bagian dari budaya visual, unsur serta prinsip seni dan arsitekturnya pun perlu diperhatikan.
  • Sejatinya pendidikan hadir sebagai transformasi pengetahuan yang menyediakan karakter dasar dari kebutuhan manusia untuk menjadi pribadi yang dewasa dan bertanggungjawab. Begitulah pandangan John Locke tentang pendidikan. Pendidikan dinilai sebagai sarana untuk membentuk manusia menjadi pribadi yang bermoral, berpengetahuan luas, dan bertanggungjawab atas diri sendiri dan semua tugas-tugasnya. Pendidikan mengimpikan kehidupan yang berkeadaban menuju pemanusiaan manusia. Sehingga tercipta tatanan sosial yang seimbang dan menyejahterakan. Pendidikan hadir sebagai sarana menjawab problem kemanusiaan yang sedang kita hadapi saat ini, bukan sebagai sarana menjawab soal-soal “remeh temeh” seperti selama ini terjadi dalam proses pembelajaran yang ada dalam sekolah di Indonesia.
  • Dalam sorotan tajam sejarah, kita menemukan momen-momen yang mengubah arah perjalanan peradaban manusia. Salah satu momen bersejarah terbaru yang membuka jendela bagi pemahaman dan refleksi adalah buku ini, yang menggali lapisan terdalam motif di balik serangan militer berskala besar oleh Rusia ke Ukraina pada tanggal 24 Februari 2022. Buku ini tidak hanya menjadi babak baru dalam sejarah Ukraina, tetapi juga menjadi peristiwa yang menarik perhatian dunia internasional. Buku ini bertujuan untuk meresapi esensi tindakan luar negeri Rusia dalam bingkai interaksi antara agen dan struktur di sistem internasional. Awalnya, eskalasi konflik antara Rusia dan Ukraina muncul dari ketidaksetujuan antara NATO, Amerika Serikat, dan Rusia tentang perluasan keanggotaan NATO di Eropa Timur, terutama Ukraina. Namun, kisah ini lebih dari sekadar perbedaan pandangan; ini adalah pertempuran konsep dan persepsi yang membentuk keputusan dan tindakan negara-negara besar. Buku ini melibatkan pendekatan kualitatif dengan fokus pada aspek historis dan interpretasi kerangka kerja. Penulis akan memandang peristiwa ini melalui lensa konstruktivisme sosial dengan menggunakan pendekatan tripartite sebagai instrumen analisis. Melalui pengumpulan data dari berbagai sumber literatur, buku ini membuka pintu untuk memahami bagaimana kapabilitas nonmaterial dan faktor-faktor struktural memengaruhi persepsi agen dalam menghadapi kondisi objektif tertentu, yang pada gilirannya membentuk landasan kebijakan luar negeri mereka. Dalam konteks ini, buku ini menganalisis bagaimana setting sosial politik dan situasi geopolitik yang melingkupi Rusia dan Ukraina membentuk persepsi Rusia. Hasil analisis ini kemudian membawa kita ke dalam dimensi dispositional, di mana preferensi dan pilihan kebijakan Rusia mulai terungkap. Pada akhirnya, ini adalah kisah tentang perjalanan dari dimensi struktural hingga dimensi dispositional, yang membimbing langkah-langkah intensi luar negeri Rusia yang mendebarkan. Buku ini adalah persembahan kepada mereka yang mencari pemahaman lebih dalam tentang dinamika politik internasional dan konflik geopolitik. Semoga buku ini menginspirasi pembaca untuk terus memperjuangkan pemahaman yang lebih dalam tentang dunia yang kompleks ini dan mengejar perdamaian serta stabilitas global yang lebih baik.
  • Perkembangan ilmu pengetahuan dan keislaman melahirkan hubungan yang bersifat harmonis serta dialogis yang saling melengkapi. Keberadaan Perguruan Tinggi Keagamaaan Islam (PTKI) memiliki fungsi utama dalam memelihara, mengembangkan, dan menumbuhkan manusia seutuhnya. Keselarasan nilai keislaman dan kompetensi ilmu pengetahuan umum menjadi sebuah tantangan yang dihadapi oleh PTKI dalam mengembangkan program studi umum. Buku ini membahas konteks keberadaan program studi umum, proses pembelajaran, serta aspek produk hasil yang terdapat pada PTKI.
Go to Top